oleh

Ribuan Anggota Setia Hati Jateng dan DIY Latihan Seni Toya untuk Pecahkan Rekor MURI

SEMARANG, INIKATA.com – Lapangan Bhayangkara Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, dipenuhi ribuan orang. Bukan untuk bermain bola, tetapi melakukan latihan bersama.

Latihan bersama gerakan seni pencak silat dan gerakan seni toya yang digelar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ini dalam rangka pemecahan rekor MURI.

Ketua Dewan PSHT Pusat Madiun, Drs R Moerdjoko HW mengatakan, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kebersamaan dan kekompakan serta untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan solidaritas sesama warga PSHT.

“Kegiatan ini diikuti kurang lebih 8000 warga tingkat putih PSHT se-Jateng dan DIY. Selain untuk menjalin kekompakan serta meningkatkan rasa persaudaraan dan solidaritas sesama warga PSHT juga dalam rangka pemecahan rekor MURI,” kata Moerdjoko, Minggu (5/8).

Menurutnya, latihan senam toya pencak silat adalah pelajaran beladiri menggunakan toya. Tak heran jika seluruh peserta memperagakannya dengan kompak penuh semangat.

Dikatakannya, untuk jumlah anggota PSHT sendiri ada 12 juta di seluruh Indonesia, bahkan ada juga di Luar Negeri.

“Organisasi PSHT ini bersifat netral. Dan kami siap mendukung pelaksanaan Pileg maupun Pilpres agar semua berjalan aman, lancar dan kondusif,” tandasnya.

Sementara itu Eksekutif Manajer MURI Sri Widayati menyatakan, bahwa pihaknya akan meminta daftar peserta dalam latihan bersama gerakan seni pencak silat dan gerakan seni toya tersebut untuk dikirimkan ke Jakarta dan di laporkan ke dewan.

“Tadi sudah saya minta daftar peserta untuk segera dikirim ke Jakarta untuk kita ajukan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, pembukaan latihan bersama ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua Dewan Pusat PSHT Pusat Madiun, yang dilanjutkan dengan pengucapan ikrar kebangsaan. Latihan bersama tersebut juga dimeriahkan penampilan Drum Corp Taruna Akpol. (yon)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed